July 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    

« October 2007 | Main | December 2007 »

November 29, 2007

If Tomorrow Never Comes

If tomorrow never comes
what will you do in this last day

For I
that stuck in the moment
that lost in nowhere
with this wishing to I never been born at all

For I
that clueless
with this wishing to I could turn back the time

For I
that unaccompanied

..........

then realized
I'm not half the man I used to be
I've turn to be somebody else
and everything will never be the same anymore

                            

November 22, 2007

Tentang Dia

Hari ini, bolehkan saya bertutur tentang dia.
Seseorang yang tidak pernah saya mengerti sesungguhnya. Orang yang memikul beban berat seumur hidupnya. Namun terlambat dihargai sepenuhnya.

Ini kisah tentang Papa saya. Bukan kisah hidupnya, tapi kisah kegagalan saya menghargainya, dan mewujudkan mimpi-mimpinya terhadap saya.

Papa adalah laki-laki sesungguhnya. Penafkah ulung yang bekerja keras sepanjang hidup, melakukan segala sesuatu sesuai standard kesempurnaannya. Jika sesuatu layak dilakukan, ia harus dilakukan dengan benar. Seorang perfeksionis.

Papa adalah laki-laki yang kekuatan pikiran dan semangat hidupnya mengalahkan semua hambatan. Ketika cobaan datang, tidak pernah sedetik pun saya tahu kalau Papa punya masalah.

Sambil ia memanggul sebuah keluarga besar: seorang istri calon penghuni surga, dan tiga anak pemberontak yang sedetikpun tak berhenti memberinya masalah berat.

Papa yang hampir tidak pernah mengeluh sakit, meskipun wajahnya menunjukan kelelahan yang sangat, meski beliau perokok, penggemar sop kaki kambing. “penyakit itu harus dilawan!”

Namun mungkin, cobaan terberat yang pernah ia terima tak lain adalah anak-anak yang tidak mengerti dia.

Ketika kekerasan hatinya saya terjemahkan sebagai Papa yang pemarah.
Ketika larangannya saya artikan sebagai Papa yang tidak mau mengerti.
Ketika perintah-perintahnya saya tangkap sebagai Papa yang kejam dan otoriter.
Ketika niatnya untuk berbincang akrab tidak saya indahkan karena rasa tidak nyaman tanpa alasan yang menyungkupi tempurung pikiran saya sendiri.
Ketika keinginannya akan kesempurnaan saya uraikan sebagai Papa yang sulit dipuaskan.

Saat Papa pergi, jejak-jejak kesempurnaan yang ditinggalkannya membuat hidup anak-anaknya menjadi sangat mudah. Dokumen yang tersusun sempurna, lengkap sempurna. Perencanaan berbagai urusan yang matang sempurna. Bahkan kematiannya ia siapkan dengan sempurna.

Hari ini, adalah ulang tahun Papa.

Saya menangis tak berhenti ketika menuliskan ini. Sambil susah payah mengatur nafas, mengimbangi sesak yang kian mengilu memeras dada. Berkali-kali saya harus berhenti, untuk tersengguk keras bagai bocah kecil putus asa. Karena saya tidak pernah sanggup berkisah tentang Dia. Saya kerap menunggu. Berharap mungkin kelak, ketika sisi manusia saya sudah bertumbuh lebih kuat, saya akan menuliskannya. Dan itu akan jadi pencapaian terbesar yang pernah saya buat.

Karena menuliskannya, berarti saya mengerti. Dan tiba di ujung perjalanan luka, yang masih menganga karena sesal tak berkesudahan.

Pada akhirnya, yang tidak saya mengerti adalah diri saya sendiri. Bagaimana bisa saya meragukan kualitas seseorang yang bacaan favoritnya adalah buku-buku Agama dan tafsir Al-Qur’an?

Papa, saya mengerti sekarang.


-----------
Tolong hentikan air mata ini, ya Allah. Izinkan saya berdamai dengan diri sendiri. Izinkan saya berkumpul dengan mereka lagi kelak.

-----------
Back when I was a child
Before life removed all the innocence
My father would lift me high
And dance with my mother and me and then
Spin me around till I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure
I was loved

If I could get another chance
Another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love to dance with my father again

When I and my mother would disagree
To get my way I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me, yeah, yeah
Then finally make me do just what my mama said

Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
Would be gone from me

If I could steal one final glance
One final step, one final dance with him
I’d play a song that would never, ever end
‘Cause I’d love, love, love to dance with my father again

Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear her, mama cryin’ for him
I pray for her even more than me

I know I’m prayin’ for much too much
But could You send back the only man she loved
I know You don’t do it usually
But Lord, she’s dyin’ to dance with my father again
Every night I fall asleep
And this is all I ever dream

(Dance with My Father - Luther Vandross)

November 06, 2007

You Make My World So Colourful

Gara-gara bolak-balik nelfon client yang ternyata nada sambungnya pake lagu ini, si kakek ini berhasil membuat gue sibuk nyanyi-nyanyiin lagu sepanjang hari ini, sampe niat browsing di limewire and nyari liriknya di om gugel...

wakakakakaka.. dodolz!

*ngayal ada yang nyanyi lagu ini di wedding party gue ntar*

-You Make My World So Colorful-
Daniel Sahuleka

morning sun shines in our room
now that gloom will back in two
autumn start just ‘day with a smile and last on my beautiful love one
whose lying besides me

you’re so far away in your sleep
who can tell what dream you may dream
you don't know that i was drawing with my finger on your sweet young face.
makes a meaning words

you make my world so colorful … I’ve
never had it to good
my love, I.. thank you for all the love u gave… to me…

like a summer breathe so soft
like a rose you bring me near
and i kiss ur lips so sweet
soft like a rain and
gentle winds the morning dew in may

though they said that i was wrong
but thanks god my will so strong..
I got you in the palm of my hand
every day they try to put me on
but I love that those who try
to heard our  love

you make my world so colorful … I’ve
never had it to good
my love, I.. thank you for all the love u gave… to me…

-------------------------------------------------------------------------------------

PS:
invitation to all of my friend, the reader of this blog, to my wedding party that insya allah will be held on Saturday, 10 November 2007 at 7 PM sharp at Gedung Serba Guna PT. PUSRI Palembang.

Be there ya guys... ;D